Budidaya Tani
Tanaman adenium

Tungau Laba-laba Merah Incar Adenium

Ny Subandi, hobiis di Semarang, Jawa Tengah kaget melihat 5 adenium koleksinya merana. Tanaman yang seminggu lalu masih segar bugar, kini gundul. Tak satu pun daun tersisa di cabang dan ranting. Beberapa kuncup bunga pun urung mekar dan berguguran.

Kasus serupa juga dialami pekebun adenium di Jakarta. Seluruh tanaman luluh-lantak diganyang spider mite. Menurut Frans Wirahadikusumah, pemilik Gama Cactus di Semarang, hampir 90% hama adenium karena kehadiran tungau itu.

Gejala serangan warna daun pucat dan layu, lalu berubah cokelat. Tak lama kemudian daun rontok satu per satu hingga gundul. “Perkembangbiakan tungau sangat cepat. Kalau pekebun tidak waspada, tempo 1 sampai 2 minggu saja seluruh kebun habis,” ujarnya.

Bagai kerakap tumbuh di batu; hidup segan mati tak mau. Begitulah nasib adenium ketika diserang si laba-laba merah. Pasalnya, famili Tetranychidae itu mengisap hara yang seharusnya dimasak di daun. Akibatnya, proses fotosintesis terganggu sehingga kondisi tanaman tidak prima.

Ukuran Tungau yang sangat kecil sulit untuk dilihat

Tanaman yang terserang
Tanaman yang terserang pada tahap awal, Hampir tidak ada perubahan fisik yang nampak

Ukuran tungau sangat kecil. Kehadirannya bisa diketahui di bawah daun. “Bila diamati secara teliti ada selaput tipis mirip sarang laba-laba,” ucap kelahiran 1975 itu. Celakanya, hampir semua daun adenium berbulu. Ordo Acarina itu pun bisa leluasa ngumpet di balik daun.

Menurut Frans adenium jenis black rubby paling tahan serangan tungau. Daunnya tebal dan tidak berbulu. Sayangnya, ia kurang digemari hobiis lantaran bentuk bunga kurang menarik dan berwarna merah. Konsumen lebih menyukai adenium berbunga merah muda atau putih.

Hobiis harus waspada munculnya spider mite. Pasalnya, ia dapat muncul kapan dan di mana saja. Tanpa disadari tungau menempel pada tanaman baru yang dibeli. Hobiis harus mengisolasikan tanaman baru terlebih dulu di tempat lain. Dengan begitu kehadiran tungau dapat dideteksi sejak dini. Setelah kondisinya aman, tanaman boleh dicampur dengan yang lain.

Kendati tanaman sudah dirawat dengan baik bukan berarti luput dari incaran spider mite. “Tungau dari kebun lain bisa pindah ke tanaman Anda. Kita kan tidak tahu kondisi dan perawatan mereka,” ucap pria yang serius menekuni kaktus sejak 1987 itu.

Umumnya hobiis memberantas tungau dengan insektisida, seperti Supracide atau Decis. Namun, daya kerja obat itu hanya bertahan selama beberapa hari. Seminggu kemudian tungau muncul kembali. Meskipun penyemprotan dosis tinggi tungau tetap hidup. “Mau percaya atau tidak, ada hobiis yang menyemprot hingga 5 cc/ 1, Tungau dewasa teler, lalu mati. Namun, telurnya menetas beberapa hari kemudian,” kata lulusan fakultas Arsitektur dan Lansekap Universitas Trisakti itu.

Cara Membasmi Tungau Adenium

Spider mite
Spider mite – Tempo seminggu saja adenium bisa Mati

Menurut Frans siklus hidup tungau berbeda dengan serangga. Wajar, bila ia kebal insektisida. Obat yang manjur dengan menggunakan akarisida, seperti Kelthane atau Omnite. Dosis pemakaian cukup 1 sampai 2 cc/1, aplikasi selama 3 kali setiap minggu.

Untuk mencegah tungau menyebar, tanaman terserang sebaiknya dikarantinakan terlebih dulu. Pasalnya, laba-laba kecil itu cukup pintar. Kala tanaman disemprot, ia pindah dan bersem-bunyi ke tanaman lain. Oleh karena itu penyemprotan pertama dilakukan ke seluruh tanaman yang ada di kebun, tak terkecuali rumput.

Seminggu kemudian hanya tanaman sakit saja yang disemprot. Perlakuan diulang pada minggu berikutnya. Agar efektif penyemprotan dilakukan pagi atau sore hari.

Begitu kondisi tanaman pulih dapat dipindah ke tempat semula. Untuk merangsang pembentukan daun dan bunga berikan Osmocote, Dekastar, atau Gandasil. Aturan pemakaian sesuaikan petunjuk di label kemasan. Untuk mencegah serangan spider mite muncul kembali, penyemprotan akarisida diulang setiap bulan.

Pandu Dwilaksono