Rabu, 21 Oktober 2020

Eloknya Kembang Kertas Dari Negri Paman Sam

"Wah, cantiknya," puji Tati Soeroyo, kolektor tanaman hias di Jakarta Selatan, ketika melihat bugenvil kesayangannya berselimut bunga. Warna merah, merah jambu, oranye, dan putih menyembul di antara dedaunan. Padahal dua bulan lalu masih berupa setek ukuran 10 cm, Bugenvil serupa tak mungkin berbunga secepat itu

Tati menanam bugenvil-bugenvil itu di pot gantung. Sosok tanaman berduri itu memang pas digantung. Batang kurus, pendek, daun kecil, dengan pertumbuhan mendatar.

Dua bulan lalu, ibu Royo sapaan akrab Tati Soeroyo-memperoleh tanaman itu dari Yoseph Ishak T, kolektor tanaman hias di Bogor. Tanaman diambil dalam bentuk setek setinggi 5 cm. Sekilas kondisinya kurang sehat karena berbatang tipis. Tak disangka sebulan kemudian bunga mulai menyembul di antara dedaunan.

Kembang kertas
Warna lembut tidak ngejreng

Berbunga Sepanjang tahun

“Keistimewaan lain, bugenvil itu rajin berbunga, bisa sepanjang tahun dan tidak mudah rontok,” ujar Yoseph, hobiis di Bogor. Ia cocok ditanam di daerah panas supaya bunga muncul terus. “Di negara asalnya, Ohio, Amerika Serikat, paling banter berbunga setahun sekali pada musim panas saja,” tutur alumnus Universitas Katolik Parahyangan itu.

Di negara Paman Sam ia berfungsi sebagai penutup tanah atau ground cover di taman-taman kota. Ada juga yang tergantung di antara pohon berbatang besar. Keunikan itu yang membuat sarjana Teknik Sipil itu terpikat memboyongnya tiga tahun silam. Harganya relatif mahal. Setek ukuran 10 cm mencapai Rp 168.000, melampaui harga 1 bugenvil lokal berbonggol besar.

6 jenis Bougenville

Bougenville
Bermandi bunga di angkasa

Kini penampilan tanaman itu rimbun dengan kembang. Ada 6 jenis yang di bawa ke Indonesia, yakni red fantasy berbunga merah; lady mary baring, oranye; imperial delight, 2 warna, merah jambu dan putih; putih, dan sisanya variegata dengan bunga merah dan pink. Warna-warni itu terkesan lembut tidak ngejreng seperti bugenvil lokal.

Meski sosoknya terkesan mini, tetapi ukuran bunga tidak ikut mengecil. Mirip dengan jenis lokal. Sayang, pertumbuhannya lambat karena energi terkuras untuk mengeluarkan bunga. Dari setek 10 cm itu, 3 tahun kemudian batang hanya bertambah 10 cm dan dahan 25 cm. Beda dengan bugenvil dari daerah Puncak, Bogor. Diameter batang bisa mencapai 20 cm.

Toh, perawatannya gampang. Enam bulan setelah setek ditancapkan pupuk dengan NPK atau TSP slow realease, dosis 6-7 butir per pot. Penyiraman cukup 2 hari sekali, lantaran saat basah ia enggan berbunga.