Senin, 02 November 2020

Ketika Mint Tak Lagi Menjalar

Dengan batang setinggi itu Mentha piperita manoko relatif tahan busuk daun, mudah dirawat dan dipanen. Kelebihan lain Mentha piperita manoko mampu menangkal tudingan Indonesia produsen minyak mentol bermutu rendah. Ekstrak minyak atsirinya mengandung mentol lebih dari 50% dan metil asetatnya kurang dari 5%. EOA (Essential Oils Association)—organisasi minyak atsiri sedunia menetapkan minyak mentol berkualitas mengandung mentol lebih dari 50% dan metil asetat kurang dari 5%. Kandungan mentol akan naik sesuai umur tanaman.

Tanaman yang dibudidayakan di Kebun Percobaan Manoko Lembang, Kabupaten Bandung, itu istimewa karena mampu memunculkan kuncup-kuncup bunga. Kembang berkepala bundar dengan 2 bibir itu dihiasi 4 benang sari. Itulah bunga harapan petani mentha. Saat itulah akumulasi minyak pada daun dan batang muda mencapai puncaknya. Namun, hari pendek dengan penyinaran rendah di Indonesia kadang menghalangi kelahiran kuncup-kuncup bunga. “Tambahan penyinaran selama 3—4 jam membantu merangsang pembungaan dan membuat tanaman tumbuh tegak,” ujar Saepuloh, petugas di Kebun Percobaan Manoko.

Induk varietas unggul adalah Mentha piperita new Zealand. Penambahan sinar pada tanaman asal Selandia Baru yang merambat itu merangsangnya tumbuh tegak. Percobaan yang dilakukan Balittro, Bogor, dan diterapkan di Kebun Percobaan Manoko itu melahirkan Mentha piperita manoko yang mampu tumbuh minimal 70 cm. “Beberapa tanaman mentha dalam polibag diletakkan dalam greenhouse dan dilakukan tambahan penyinaran dengan lampu neon bila malam tiba,” ujar Dedi Suheryadi.

Mentha arvensis ryobi

daun mint
Mentha arvensis ryobi

Varietas baru lainnya adalah Mentha arvensis ryobi. Tanaman dari Jepang itu cocok dibudidayakan di ketinggian lebih dari 1.219 m dpi dengan suhu optimum 20—30°C. Sosoknya mirip manoko yang tegak, tingginya mencapai 50 cm. Mentha arvensis ryocubi tumbuh subur di Indonesia terutama Lembang dan sekitarnya.

Setelah dikembangkan di Indonesia kandungan minyak asirinya memang tidak setinggi Mentha piperita. Namun, di negara asalnya ia jenis mint yang mengandung minyak asiri paling tinggi. Rupanya iklim di Indonesia meski dimanipulasi tak mampu menghasilkan Mentha arvensis ryocubi standar tinggi.

Di pasaran daun dan batang muda mint itu diekstrak untuk bahan baku obat penghangat, kosmetik, dan pasta gigi. Aromanya harum meski tak sekuat jenis piperita. Itulah sebabnya mint impor Jepang lebih mahal harganya di pasar dunia.

Mentha canadensis

mint india
Mentha canadensis

Satu lagi jenis arvensis yang memperkaya koleksi Kebun Percobaan Manoko. Ia adalah Mentha canadensis. Tanaman asal India itu kerap dijumpai di beberapa restoran elite sebagai salah satu menu yang banyak dicari. Bersama jenis lalapan lain, mint itu memang segar dikonsumsi mentah. Satu cobek sambal pedas merupakan pasangan serasi tanaman mint itu.

Sensasi harumnya membuat anggota famili Labiatae itu disukai. Tak setajam minyak permen keras—sebutan lain Mentha piperita—tapi beraroma lembut yang merangsang selera makan. “Budidayanya sama dengan menanam mentha yang lain,” tutur Jajat Sudrajat, petugas Kebun Percobaan Manoko.

Mentha canadensis tanaman introduksi. Di India janggot—sebutan mint di Indonesia—itu tumbuh liar di tempat lembap pada ketinggian 150—1.200 m dpi.